Salah sat ciri-ciri Negara maju yakni dari industrinya, kalau industrinya anggun atau maju niscaya Negara tersebut yakni nagara maju. Karna Negara maju sangat identik dengan industri sedangkan Negara berkembang identik dengan sektor pertanian. Oleh lantaran itu pemerintah Indonesia melalui kementrian perindustrian akan meningkatkan industry di indoneisia. Salah satu misalnya yakni industri otomotif.

Oleh lantaran itu Kementerian Perindustrian mempunyai Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035. Dalam RIPIN itu membahas mengenai sebuah rencana untuk merancang untuk menumbuhkembangkan semua sektor industri di Indonesia, serta juga industri otomotif.

��Dalam rangka pengembangan industri di Indonesia yang mana kita pada balasannya akan mendapat sebuah hasil bahwa Negara kita Indonesia akan menjadi Negara Industri. Sudah kita ketahui bahwa Negara maju itu dilihat dari industry yang ada di Negara tersebut, apakah maju atau biasa saja,�� Kementerian Perindustrian mempunyai Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035.

Dia mengatakan, untuk mensuport rencana pemerintah tersebut, pihaknya akan berkontribusi dengan membuat banyak sekali inovasi. Yang balasannya pemerintah akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan khususnya insentif.

��Kami akan selalu terus melaksanakan promosi investasi bagaimana caranya untuk membuat industry kendaraan bermotor tertarik dan masuk ke Indonesia, kami selalu menyebutkan Indonesia is big market (Indonesia yakni pasar yang besar), akan tetapi yang perlu diperhatinkan mereka para investor mengatakan, ��apa yang kami sanggup dari itu semua,�� tutur Afrida.

Dia beropini bahwa di sebagian Negara yang industry otomotinya maju ibarat Negara Thailand, yang dimana dari pihak pemerintahnya mendukung dalam bentuk memperlihatkan akomodasi yang dibutuhkan oleh industri otomotif, sehingga industri otomotif di Thailand sangat terbantu oleh akomodasi yang diberikan pemerintah. Namun yang menjadi masalahnya yakni bahwa kementrian tidak sanggup bekerja sendiri melainkan harus melaksanakan kolaborasi dengan kementrian lain yang masih ada hubungannya.

��Kami juga sangat ingin memperlihatkan akomodasi juga, tapi pada sisi lain bukan kami yang menerbitkan insentif fiscal, kami terlebih dahulu harus mengusulkan pada kementrina keuangan. Inilah permasalah yang sering kami hadapi. Sebab untuk setiap kementrian mempunyai kesibukan masing-masing. Terkadang kami harus bersikeras untuk mengajukan dispensasi pajak (tax),�� tambah Afrida.