Mempunyai kendaraan beroda empat yang masih ada tanggungan kredit memang terus menjadi pikiran ditambah lagi jikalau perlu uang untuk perawatan kemudian untuk mengisi bensinnya, told an keperluan lain yang tidak terduga. Itulah hal yang menciptakan para pemilik kendaraan beroda empat harus mengeluarkan uang yang banyak.

Untuk mencegah terjadinya pemborosan ini Bintangotomotif menyampaikan tips yang dapat meminimalisir pengeluaran untuk kendaraan beroda empat anda. Ada lima hal yang menciptakan pemborosan mengenai oprasional mobil.

Terlalu sering mengganti oli

Memang intinya mengganti oli itu harus, tapi perlu diingat bahwa mengganti oli setiap 3.000 mil atau 4.800 km itu boros, dapat dibilang terlalu sering. Semakin jauh kesini teknologinyapun semakin maju, maka penggantian oli yang idial tidak terlalu sering dan tidak terlalu usang adalah setiap jarak tempuh 5.000 – .500 mil atau 8.000 � 12.000 km. Jika anda sering memasukan kendaraan beroda empat anda ke bengkel atau diler pastinya akan banyak mengeluarkan uang.

Terus memakai bensin yang tinggi kualitasnya

Kebanyakan pemilik kendaraan beroda empat ketika ini kurang memperhatikan konsumsi materi bakar yang dipakai untuk mobilnya, terkadang memakai yang sangat rendah kualitasnya yang telah distandarkan oleh pabrikan, padahal hal tersebut dapat berdampak pada kesehatan kendaraan beroda empat tersebut. Dan ada juga yang memakai materi bakar yang terlalu tinggi melebihi spek standar pabrikan.

Padahal penggunaan itu belum tentu menciptakan kendaraan beroda empat lebih kencang atau menciptakan performa lebih bagus. Yang paling anggun adalah tetap meperhatikan materi bakar yang distandarkan oleh pabrikan. Padahal di Indonesia pada setiap tangki motor biasanya sudah ada keterangan BBM rekomendasi. Apakah itu RON 90 atau hanya cukup RON 88 untuk keluatan usang tingkat penghematan rendah.

Tune up mesih atau AC

Ada beberapa bengkel yang selalu menyampaikan tune up. Jika kondisi kendaraan beroda empat anda belum membutuhkan maka jangan ragu menyampaikan tidak kepada mekanik. Hampir semua kendaraan beroda empat kini sudah memakai sistem computer yang akan mengawasi kinerja mesin. Jika ada problem pada kendaraan beroda empat yang diperikas maka koputer akan memberitau anda lewat lampu check engine di dashboard kendaraan.

Jika untuk pengecekan AC maka gunakan perasaan saja, jikalau memang udara yang dikeluarkan masih terasa masbodoh itu berarti masih normal. Jangan diserahkan mekanik untuk melaksanakan tune up AC padahal belum tentu rusak. Ini salah satu langka untuk penghematan kantong.

Tidak memperhatikan lampu check engine

Seperti klarifikasi sebelumnya mengenai lampu check engine akan menyala jikalau ada kerusakan pada mobil, namun anda janga terlalu khawatir, tidak selamanya problem besar ditandai dengan menyelanya lampu check engine melainkan masalh kecil juga. Bisa jadi sensor oksigen perlu perlu diganti, tapi anda jangan mengabaikan hal ini. Masal kecil akan menjadi besar jikalau diabaikan. Lebih baik anda memperbaiki problem kecil yang mengeluarkan ongkos ratusan ribu, dibandingkan jikalau mengabaikan hal kecil yang kemudian akan menjadi besar sehingga anda mengeluarkan jutaan rupiah.

Memasang paket navigasi

Hampir semua diler selalu menyampaikan perhiasan paket navigasi dengan biaya yang mahal. Padahal teknologi kini sudah dapat dipakai untuk mengencek navigasi melalui smartphone dengan aplikasi yang telah dinduh. Aplikasi tersebut mempunyai fitur yang dapat disalurkan pribadi dengan layar informasi yang ada di dalam mobil. Dengan cara ini anda dapat meminimalisir pengeluaran kantong.